Pages

Wednesday, August 5, 2009

KULIYAH HARI NI CERITA PUASALAH PULAK..

Sekali lagi kita dipertemukan dengan bulan ramadhan al-mubarak. Bulan yang terkandung di dalamnya kerahmatan, keampunan dan pembebasan dari api neraka.

Bulan ramadhan adalah bulan ke -9 di dalam kalender hijrah. Ramadhan berasal dari perkataan رمضا ء/ رمض yang bermaksud “terik matahari” . Manakala رمضت الغنم ertinya sekawan kambing yang sedang mencari makanan di padang rumput dan pada masa itu matahari panas terik sehingga mencerderakan kambing tersebut. Menurut Imam Az-Zamakhsyari “Ketika masyarakat arab menamakan sesuatu bulan, maka mereka menamakan sesuatu bulan ini bersesuaian dengan situasi bulan tersebut”. Bulan ramadhan adalah bulan kepanasan matahari berada di tahap yang sangat tinggi. Oleh kerana itu ia dinamakan dengan Ramadhan. Puasa dalam bahasa Arab الصوم . menurut Kamus Lisanul Arab ia bermaksud الإمساك عن الفعل . Iaitu menahan diri daripada melakukan seseuatu seperti makan, minum, dan lain-lain. Seperti firman Allah di dalam Al-Quran yang mengisahkan Mariam Alaiha As- Salam :

Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. jika kamu melihat seorang manusia, Maka Katakanlah: "Sesungguhnya Aku Telah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha pemurah, Maka Aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini".

Sementara pengertian puasa dari istilah syara’ seperti yang disebut di dalam kitab Manhaj Fiqh As-Syafi’e terbitan Jabatan Mufti Kerajaan Negeri Jilid ke-2 : Menahan diri daripada sebarang perkara yang membatalkannya, bermula dari terbit fajar sehingga terbenam matahari dengan niat . Firman Allah s.w.t :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَعَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa .
( Al-Baqarah : 183 )

Kewajipan berpuasa di dalam ayat tersebut datang dengan lafaz كتب yang bermaksud فرض iaitu diwajibkan . Kewajipan berpuasa merupakan suatu kewajipan yang pasti yang datang dari dalil yang jelas. Ia juga disokong oleh dalil-dalil yang lain.
Pengertian Taqwa لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Menurut Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah taqwa ialah :

i. Takut kepada Allah
ii. Beramal dengan al-Quran
iii. Redha dengan yang sedikit
iv. Bersedia untuk hari kemudian


Bentuk-bentuk Taqwa

1. Takut dan gentar kepada Allah :

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
( Al-Hajj : 1)

2. Berwaspada dan takut terhadap peringatan Allah berkenaan pembalasan dan azab neraka-Nya. Hal ini berdasarkan firman Allah s.w.t. :

"Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan aku, Maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku".
(An-Nahl : 2 )

3. Menghindari maksiat , dosa-dosa dan menyanggah hukum-hukum syarak yang suci . Hal ini berdasarkan firman Allah s.w.t :

Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya[ * ], akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
(Al-Baqarah : 189 )

[ * ] pada masa jahiliyah, orang-orang yang berihram di waktu haji, mereka memasuki rumah dari belakang bukan dari depan. hal Ini ditanyakan pula oleh para sahabat kepada Rasulullah s.a.w., Maka diturunkanlah ayat ini.

4. Kewajipan mentauhidkan Allah dan bersyahadah . Hal ini berdasarkan firman Allah s.w.t. :

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah perkataan yang benar .
( Al-Ahzab : 70 )

5. Menuntut keikhlasan dan keyakinan

Demikianlah (perintah Allah). dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah[ * ], Maka Sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.
( Al-Hajj : 32 )

[ * ] Syaa'ir Allah ialah: segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempat-tempat mengerjakannya.

Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka Itulah orang-orang yang Telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.
(Al-Hujjurat : 3 )

6. Kewajipan taat dan mengabdikan diri hanya kepada Allah . Firman Allah s.w.t. :


Dan kepunyaan-Nya-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan untuk-Nya-lah ketaatan itu selama-lamanya. Maka Mengapa kamu bertakwa kepada selain Allah?.
( Al-Nahl : 52 )



NATIJAH TAQWA

1. Mendapat kemuliaan daripada Allah s.w.t. Firman Allah s.w.t. :

(yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.
( Yunus : 63-64 )

2. Memperolehi bantuan dan pertolongan Allah .

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.
(An-Nahl : 128 )

3. Mendapat kurniaan ilmu ladunni dan hikmah daripada Allah . Firman Allah s.w.t :


Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, kami akan memberikan kepadamu Furqaan[*]. dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar.
(Al-Anfal : 29 )

[ * ] artinya: petunjuk yang dapat membedakan antara yang Haq dan yang batil, dapat juga diartikan disini sebagai pertolongan.


4. Diampunkan dosa-dosa


Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang Telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Al-ANfal : 69 )

5. Dipermudahkan segala urusan :


barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
(Ay-Thalaq : 2-3 )


Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya .
(At-Thalaq : 4 )


Doa memohon ketaqwaan .

Menurut Abu Hurairah seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hateem “ Aku
mendengar nabi membaca :
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
(As-Syam : 8 )

Kemudian baginda membaca :

اَلَّلهُمَّ آتِ نَفْسِيْ تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرٌ مَنْ زَكَّهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَ مَوْلاَهَا

Ya Allah berikan diri ini ketaqwaannya, dan bersihkan ia sesungguhnya engkau yang mampu membersihkannya, engkau lah yang memelihara dan menjaganya .


0 comments:

Post a Comment